Selasa, 16 Juni 2015

nama         : ayub supriyanto
nim           : 2013210020
kelas         :b



Abstrak

Keputusan Teknik Delphi termasuk ke dalam teknik pengambilan keputusan modern yang merangsang kreativitas dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan gagasan orang lain untuk mencapai Konsensus dalam pengambilan keputusan kelompok. Teknik ini juga merupakan salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan stratejik. Teknik ini didasari pada sebuah proses ter-struktur untuk mengumpulkan dan  membawa pengetahuan dari sekelompok ahli dengan cara serangkaian kuesioner maupun yang di-kontrol dengan pendapat umpan balik. Model ini salimg berdampingkan bahkan saling berhubungan dengan model kausal, model kausal model yang bersifat meramal masa depan suatu organisasi dalam pengambilan keputusan. Apakah dalam pengambilan keputusan yang telah disepakati dampaknya bisa membuahkan hasil atau sebaliknya / Gagal. Hubungan kausal merupakan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.

Minggu, 02 November 2014

tugas UTS pak sugeng rusmiwari

Nama : Ayub supriyanto
NIM : 2013210020
Ilmu Sosial adalah ilmu yang membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial.

Nah sebagai mahasiswa, melalui kompetensi ilmu sosial ini diharapkan mampu menerapkan serta mampu menghadapi masalah masalah sosial yang ada dilingkungannya kelak, serta memiliki nilai nilai sosial yang baik, karena jika kita melihat fakta yang ada dilapangan saat ini begitu banyak masalah masalah sosial yang timbul,saya yakin jika seseorang sudah memiliki sikap / etika dalam kehidupan sosialnya ai akan mampu mencari akar permasalahan social yang ada.

jika dikaitkan dengan teori interaksi simbolik alangkah baiknya jika kita bahas terlebih dahulu apa si teori simbolik itu ?
interaksi simbolik adalah Bahasa atau komunikasi melalui simbol-simbol dan itu merupakan isyarat yang mempunyai arti khusus yang muncul terhadap individu lain yang memiliki ide yang sama dengan isyarat-isyarat dan simbol-simbol akan terjadi pemikiran.
Dalam konteks ini kita harus biasa menempatkan diri,kapan dimana kita bisa menggunakan simbol symbol dalam berkomunikasi serta dapat mengerti orang lain,karena tidak semua hal yang kita komunikasikan dengan symbol symbol dapat diterima dengan baik oleh orang lain ( hati hati ), jika tidak, saya yakin hal ini akan mendatangkan masalah.
Teori favorit saya adalah teori interaksi sosial.




“Terima kasih”


Selasa, 08 Juli 2014

tugas human relation

Sebuah perusahaan dalam perjalanan bisnisnya akan sering menghadapi tekanan. Berbagai tekanan yang datang bukan hanya berasal dari eksternal perusahaan, tidak jarang tekanan malah justru banyak ditimbulkan oleh faktor internal perusahaan. Sebenarnya, tekanan yang datang baik dari internal maupun eksternal, tidak selalu menghambat perusahaan untuk maju dan berkembang. Seringkali faktor-faktor tadi malahan memberi kesempatan kepada perusahaan untuk menjadi lebih besar. Tekanan dari internal ataupun eksternal perusahaan sebenarnya dapat dihadapi bila perusahaan sebisa mungkin selalu menciptakan dan menjaga hubungan baik melalui komunikasi “bebas hambatan” dengan kedua belah pihak tadi.
Mengapa karyawan penting? Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki perusahaan. Sekalipun tidak mempunyai pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan, karyawan adalah aset yang paling banyak kuantitasnya dalam perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengetahui dan memahami benar apa yang menjadi hak-hak karyawan. Selain komunikasi yang lancar antara perusahaan dengan karyawan, perhatian yang diberikan perusahaan kepada hak-hak karyawan, dapat menjaga hubungan baik perusahaan dengan karyawan. Kelompok karyawan yang mendapat perhatian yang baik, besar kemungkinan dapat membantu perusahaan mengatasi hal-hal yang tidak terduga, seperti kebakaran, pencurian, kebanjiran, dan yang lainnya.Sebaliknya karyawan yang merasa tidak diperhatikan atau merasa tidak mendapat simpati dari perusahaan akan dapat merugikan perusahaan. Kedudukan struktural yang lemah, biasanya membuat para karyawan membentuk sebuah kelompok/paguyuban informal yang fungsinya adalah membela kepentingan para karyawan. Kelompok inilah yang umumnya menjadi penggerak karyawan dalam melakukan gerakan protes atau yang sejenis lainnya. Karyawan yang bersatu dan merasa hak-hak mereka tidak mendapat perhatian akan menjadi sangat sensitif. Para karyawan yang tidak puas terhadap keputusan / kebijakan perusahaan dapat melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan, misalnya pemogokan masal.
Karyawan yang tidak mendapat simpati dari perusahaan dan melakukan protes, biasanya mendapat simpati besar dari masyarakat. Hal ini dapat memperburuk citra perusahaan yang berakhir pada hilangnya kepercayaan masyarakat (atau lebih tepatnya konsumen) kepada perusahaan. Bila krisis kepercayaan sudah terjadi, maka sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan sedang mengalami kemunduran.Kita semua, baik pengusaha, karyawan, masyarakat umum, maupun pemerintah sangat mendambakan hubungan industrial yang baik. Hanya dengan hubungan industri yang baik maka akan tercipta kondisi yang kondusif bagi pembangunan industri yang kuat dan sekaligus perekonomian nasional yang handal. Sebagai perusahaan yang baik, dalam menentukan kebijakan/aturan hendaknya hak-hak karyawan diikutsertakan sebagai bahan pertimbangan, misalnya UMR, masalah kesehatan dan keamanan kerja, jaminan kemerdekaan bagi karyawan untuk berserikat, jaminan perusahaan bahwa mereka tidak akan melakukan diskriminasi dalam hal ras, agama, suku, jenis kelamin, dll, jaminan bahwa perusahaan tidak akan melakukan tindak kekerasan baik fisik maupun mental dalam kegiatan bekerja, jam kerja yang sesuai, kompensasi, dan sebagainya.
Nah jika sudah terjadi hubungan baik antara perusahaan dan karyawan tentunya loyalitas karyawan akan meningkat sehingga diharapkan kinerja karyawan pun meningkat. Namun jika kepercayaan karyawan saja belum cukup untuk meningkatkan citra positif perusahaan. Perusahaan tetap memerlukan kepercayaan dari pihak luar seperti masyarakat, pemerintah, pers, dll, dan biasanya pihak luar perlu bukti nyata bahwa perusahaan telah menjalankan kewajibannya.






Rabu, 18 Juni 2014

tugas etika filsafat kepemimpinan 4

    Bagaimana bisa kita dapat dikatakan sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang diinginkan banyak orang. Terima kasih
  1. Faktor – faktor pendukung
Yang pertama :
Diri sendiri,jika kita memiliki kemauan yang kuat maka segala apa yang menjadi keinginan atau tujuan hidup kita pasti akan tercapai.
Yang kedua : keluarga juga merupakan salah satu orang yang memberikan motivasi dan dudkungan bagi kita.
Nah selain dari keluarga, diri sendiri,kerabat juga merupakan faktor pendukung suksesnya visi dan misi seorang pemimpin.
  1. Faktor penghambat
Bisa juga dari lingkungan juga bisa dari diri kita sendiri.
Mengapa saya katakan demikian karena jika dilihat dari kenyataan yang ada pada saat ini lingkungan banyak menawarkan hal – hal yang dapat membuat kita jatuh, berbagai jenis godaan yang ditawarkan.
  1. Cara mengatasinya adalah sebagai seorang pemimpin tentunya ia harus bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk, tidak sekedar itu sebagai agen perubahan ia juga harus mampu memberika pengaruh positnya bagi lingkunga tempat ia tinggal.

tugas etika filsafat 4

  1.  Nama : ayub supriyanto
     Nim    : 2013210020

    Bagaimana bisa kita dapat dikatakan sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang diinginkan banyak orang. Terima kasih

Rabu, 21 Mei 2014

tugas etika filsafat kepemimpinan 3

Nama : ayub supriyanto  
Nim : 2013210020
Dua capaian kompetensi etika filsafat yang ingin saya capai dari pendekatan sikap / perilaku adalah
A, menjadi pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab
Pemimpin itu jujur dan bertanggung jawab, bukan hanya pemimpin yang harus bertanggung jawab tapi semua orang harus mampu mempertanggung jawabkan, disini pemimpin bertanggung jawab dimaksudkan adalah , Mampu menerima segala timbal balik atau mampu mempertanggung jawabkan segala dari keputusan atau yang telah dia lakukan.
B. Mampu beradaptasi dengan lingkungan,
disini beradaptasi dimaksudkan adalah mampu sedikitnya mengerti tentang keadaan sekitar baik kepada kaum / bawahan / orang orang yang dipandunya tentang keluh kesah / permasalahan yang terjadi pada lingkungan yang ada di sekitar yang berada di naungannya.
Tidak harus selalu mengerti terhadap individu akan tetapi mampu memberikan pemikiran yang terbaik dan menjadi seorang motivator yang bisa memberikan arahan yang baik kepada orang / kelompokm yang dipimpinnya. Terima kasih..

Rabu, 07 Mei 2014

tugas 2 etika filsafat kepemimpinan



Visi dan misi
1.      Visi:
Ø  Menjadi pemimpin yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa
Ø  Menjadi pribadi yang disukai bawahan
Ø  memberipelayananyang sesuai dengan keinginan masyarakat
Ø  pemimpin yang berwibawa
2.      Misi:
Ø  Melaksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat
Ø  Memberi suatu hal yang berguna demi kepentingan masyarakat
Ø  peduliterhadapkepentinganmasyarakat
Ø  memberi suatu penjelasan yang jelas sesuai dengan program kerja

factorpendukungdanpenghambat
1 .factorpendukung:

Ø  kita semua bisa menjadi pemimpin
Ø  pemimpin mendorong kita menjadi pribadi yang kuat,tegas,bertanggung jawab
2.factorpenghambat:
Ø  selama ini masyarakat atau bawahan tidak terlalu suka dengan pemimpin yang sekarang.
Ø  Belum sepenuhnya memiliki jiwa kepemimpinan







3.      mengantisipasi factor pendukung agar tidakmenimbulkanarogansi

kita ingin menjadi pemimpin yang disukai banyak orang, menjadi pemimpin harus berpegang teguh dengan nilai-nilai atau etika dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Agar tidak menimbulkan arogansi setiap jiwa harus memiliki suatu etika yang baik ,tetap merasa rendah diri jika menjadi pemimpin maka dari itu jangan merasa hebat dan bangga, tugas kita menjadi pemimpin yaitu melayani.



4.      mengoorganisir factor penghambat
kita harus selalu memberikan suatu pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan kepada masyarakat. Mendengar keluhan dari mana saja dan cepat melaksanakan apa yang masyarakat keluhkan.

5.       Benar setiap konflik pasti akan terjadi pada setiap orang yang melakukan suatu perubahan, sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana cara kita sebagai agent perubahan dapat mengatasi masalah tersebut demi kelancaran visi dan misi kita, nah menurut saya yang perlu diperhatikan adalah “ jangan pernah putus asa”, mengapa saya katakan  demikian karena banyak sekali pengalaman – pengalaman yang kita lihat ataupun dengar ,seseorang itu hancur karena dia tidak mau berusaha tetapi malah sebaliknya mudah putus asa.berikut beberapa cara
Sebagai agent perubahan kita harus bisa mengambil  kesempatan dengan adanya konflik  ini  malah akan membuka cara berfikir kita  untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan visi dan misi kita.Bisa membuktikan kepada publik tentang target target yang harus kita capai mengenai visi dan misi
Dari beberapa pernyataan diatas, yang menjadi intinya adalah seorang agent of change harus bisa menjdi contoh yang baik, baik itu untuk organisasi, lembaga dimanapun ia ditempatkan. Terima kasih....