Minggu, 02 November 2014

tugas UTS pak sugeng rusmiwari

Nama : Ayub supriyanto
NIM : 2013210020
Ilmu Sosial adalah ilmu yang membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial.

Nah sebagai mahasiswa, melalui kompetensi ilmu sosial ini diharapkan mampu menerapkan serta mampu menghadapi masalah masalah sosial yang ada dilingkungannya kelak, serta memiliki nilai nilai sosial yang baik, karena jika kita melihat fakta yang ada dilapangan saat ini begitu banyak masalah masalah sosial yang timbul,saya yakin jika seseorang sudah memiliki sikap / etika dalam kehidupan sosialnya ai akan mampu mencari akar permasalahan social yang ada.

jika dikaitkan dengan teori interaksi simbolik alangkah baiknya jika kita bahas terlebih dahulu apa si teori simbolik itu ?
interaksi simbolik adalah Bahasa atau komunikasi melalui simbol-simbol dan itu merupakan isyarat yang mempunyai arti khusus yang muncul terhadap individu lain yang memiliki ide yang sama dengan isyarat-isyarat dan simbol-simbol akan terjadi pemikiran.
Dalam konteks ini kita harus biasa menempatkan diri,kapan dimana kita bisa menggunakan simbol symbol dalam berkomunikasi serta dapat mengerti orang lain,karena tidak semua hal yang kita komunikasikan dengan symbol symbol dapat diterima dengan baik oleh orang lain ( hati hati ), jika tidak, saya yakin hal ini akan mendatangkan masalah.
Teori favorit saya adalah teori interaksi sosial.




“Terima kasih”


Selasa, 08 Juli 2014

tugas human relation

Sebuah perusahaan dalam perjalanan bisnisnya akan sering menghadapi tekanan. Berbagai tekanan yang datang bukan hanya berasal dari eksternal perusahaan, tidak jarang tekanan malah justru banyak ditimbulkan oleh faktor internal perusahaan. Sebenarnya, tekanan yang datang baik dari internal maupun eksternal, tidak selalu menghambat perusahaan untuk maju dan berkembang. Seringkali faktor-faktor tadi malahan memberi kesempatan kepada perusahaan untuk menjadi lebih besar. Tekanan dari internal ataupun eksternal perusahaan sebenarnya dapat dihadapi bila perusahaan sebisa mungkin selalu menciptakan dan menjaga hubungan baik melalui komunikasi “bebas hambatan” dengan kedua belah pihak tadi.
Mengapa karyawan penting? Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki perusahaan. Sekalipun tidak mempunyai pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan, karyawan adalah aset yang paling banyak kuantitasnya dalam perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengetahui dan memahami benar apa yang menjadi hak-hak karyawan. Selain komunikasi yang lancar antara perusahaan dengan karyawan, perhatian yang diberikan perusahaan kepada hak-hak karyawan, dapat menjaga hubungan baik perusahaan dengan karyawan. Kelompok karyawan yang mendapat perhatian yang baik, besar kemungkinan dapat membantu perusahaan mengatasi hal-hal yang tidak terduga, seperti kebakaran, pencurian, kebanjiran, dan yang lainnya.Sebaliknya karyawan yang merasa tidak diperhatikan atau merasa tidak mendapat simpati dari perusahaan akan dapat merugikan perusahaan. Kedudukan struktural yang lemah, biasanya membuat para karyawan membentuk sebuah kelompok/paguyuban informal yang fungsinya adalah membela kepentingan para karyawan. Kelompok inilah yang umumnya menjadi penggerak karyawan dalam melakukan gerakan protes atau yang sejenis lainnya. Karyawan yang bersatu dan merasa hak-hak mereka tidak mendapat perhatian akan menjadi sangat sensitif. Para karyawan yang tidak puas terhadap keputusan / kebijakan perusahaan dapat melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan, misalnya pemogokan masal.
Karyawan yang tidak mendapat simpati dari perusahaan dan melakukan protes, biasanya mendapat simpati besar dari masyarakat. Hal ini dapat memperburuk citra perusahaan yang berakhir pada hilangnya kepercayaan masyarakat (atau lebih tepatnya konsumen) kepada perusahaan. Bila krisis kepercayaan sudah terjadi, maka sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan sedang mengalami kemunduran.Kita semua, baik pengusaha, karyawan, masyarakat umum, maupun pemerintah sangat mendambakan hubungan industrial yang baik. Hanya dengan hubungan industri yang baik maka akan tercipta kondisi yang kondusif bagi pembangunan industri yang kuat dan sekaligus perekonomian nasional yang handal. Sebagai perusahaan yang baik, dalam menentukan kebijakan/aturan hendaknya hak-hak karyawan diikutsertakan sebagai bahan pertimbangan, misalnya UMR, masalah kesehatan dan keamanan kerja, jaminan kemerdekaan bagi karyawan untuk berserikat, jaminan perusahaan bahwa mereka tidak akan melakukan diskriminasi dalam hal ras, agama, suku, jenis kelamin, dll, jaminan bahwa perusahaan tidak akan melakukan tindak kekerasan baik fisik maupun mental dalam kegiatan bekerja, jam kerja yang sesuai, kompensasi, dan sebagainya.
Nah jika sudah terjadi hubungan baik antara perusahaan dan karyawan tentunya loyalitas karyawan akan meningkat sehingga diharapkan kinerja karyawan pun meningkat. Namun jika kepercayaan karyawan saja belum cukup untuk meningkatkan citra positif perusahaan. Perusahaan tetap memerlukan kepercayaan dari pihak luar seperti masyarakat, pemerintah, pers, dll, dan biasanya pihak luar perlu bukti nyata bahwa perusahaan telah menjalankan kewajibannya.






Rabu, 18 Juni 2014

tugas etika filsafat kepemimpinan 4

    Bagaimana bisa kita dapat dikatakan sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang diinginkan banyak orang. Terima kasih
  1. Faktor – faktor pendukung
Yang pertama :
Diri sendiri,jika kita memiliki kemauan yang kuat maka segala apa yang menjadi keinginan atau tujuan hidup kita pasti akan tercapai.
Yang kedua : keluarga juga merupakan salah satu orang yang memberikan motivasi dan dudkungan bagi kita.
Nah selain dari keluarga, diri sendiri,kerabat juga merupakan faktor pendukung suksesnya visi dan misi seorang pemimpin.
  1. Faktor penghambat
Bisa juga dari lingkungan juga bisa dari diri kita sendiri.
Mengapa saya katakan demikian karena jika dilihat dari kenyataan yang ada pada saat ini lingkungan banyak menawarkan hal – hal yang dapat membuat kita jatuh, berbagai jenis godaan yang ditawarkan.
  1. Cara mengatasinya adalah sebagai seorang pemimpin tentunya ia harus bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk, tidak sekedar itu sebagai agen perubahan ia juga harus mampu memberika pengaruh positnya bagi lingkunga tempat ia tinggal.

tugas etika filsafat 4

  1.  Nama : ayub supriyanto
     Nim    : 2013210020

    Bagaimana bisa kita dapat dikatakan sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang diinginkan banyak orang. Terima kasih

Rabu, 21 Mei 2014

tugas etika filsafat kepemimpinan 3

Nama : ayub supriyanto  
Nim : 2013210020
Dua capaian kompetensi etika filsafat yang ingin saya capai dari pendekatan sikap / perilaku adalah
A, menjadi pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab
Pemimpin itu jujur dan bertanggung jawab, bukan hanya pemimpin yang harus bertanggung jawab tapi semua orang harus mampu mempertanggung jawabkan, disini pemimpin bertanggung jawab dimaksudkan adalah , Mampu menerima segala timbal balik atau mampu mempertanggung jawabkan segala dari keputusan atau yang telah dia lakukan.
B. Mampu beradaptasi dengan lingkungan,
disini beradaptasi dimaksudkan adalah mampu sedikitnya mengerti tentang keadaan sekitar baik kepada kaum / bawahan / orang orang yang dipandunya tentang keluh kesah / permasalahan yang terjadi pada lingkungan yang ada di sekitar yang berada di naungannya.
Tidak harus selalu mengerti terhadap individu akan tetapi mampu memberikan pemikiran yang terbaik dan menjadi seorang motivator yang bisa memberikan arahan yang baik kepada orang / kelompokm yang dipimpinnya. Terima kasih..

Rabu, 07 Mei 2014

tugas 2 etika filsafat kepemimpinan



Visi dan misi
1.      Visi:
Ø  Menjadi pemimpin yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa
Ø  Menjadi pribadi yang disukai bawahan
Ø  memberipelayananyang sesuai dengan keinginan masyarakat
Ø  pemimpin yang berwibawa
2.      Misi:
Ø  Melaksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat
Ø  Memberi suatu hal yang berguna demi kepentingan masyarakat
Ø  peduliterhadapkepentinganmasyarakat
Ø  memberi suatu penjelasan yang jelas sesuai dengan program kerja

factorpendukungdanpenghambat
1 .factorpendukung:

Ø  kita semua bisa menjadi pemimpin
Ø  pemimpin mendorong kita menjadi pribadi yang kuat,tegas,bertanggung jawab
2.factorpenghambat:
Ø  selama ini masyarakat atau bawahan tidak terlalu suka dengan pemimpin yang sekarang.
Ø  Belum sepenuhnya memiliki jiwa kepemimpinan







3.      mengantisipasi factor pendukung agar tidakmenimbulkanarogansi

kita ingin menjadi pemimpin yang disukai banyak orang, menjadi pemimpin harus berpegang teguh dengan nilai-nilai atau etika dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Agar tidak menimbulkan arogansi setiap jiwa harus memiliki suatu etika yang baik ,tetap merasa rendah diri jika menjadi pemimpin maka dari itu jangan merasa hebat dan bangga, tugas kita menjadi pemimpin yaitu melayani.



4.      mengoorganisir factor penghambat
kita harus selalu memberikan suatu pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan kepada masyarakat. Mendengar keluhan dari mana saja dan cepat melaksanakan apa yang masyarakat keluhkan.

5.       Benar setiap konflik pasti akan terjadi pada setiap orang yang melakukan suatu perubahan, sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana cara kita sebagai agent perubahan dapat mengatasi masalah tersebut demi kelancaran visi dan misi kita, nah menurut saya yang perlu diperhatikan adalah “ jangan pernah putus asa”, mengapa saya katakan  demikian karena banyak sekali pengalaman – pengalaman yang kita lihat ataupun dengar ,seseorang itu hancur karena dia tidak mau berusaha tetapi malah sebaliknya mudah putus asa.berikut beberapa cara
Sebagai agent perubahan kita harus bisa mengambil  kesempatan dengan adanya konflik  ini  malah akan membuka cara berfikir kita  untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan visi dan misi kita.Bisa membuktikan kepada publik tentang target target yang harus kita capai mengenai visi dan misi
Dari beberapa pernyataan diatas, yang menjadi intinya adalah seorang agent of change harus bisa menjdi contoh yang baik, baik itu untuk organisasi, lembaga dimanapun ia ditempatkan. Terima kasih....








Benar setiap konflik pasti akan terjadi pada setiap orang yang melakukan suatu perubahan, sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana cara kita sebagai agent perubahan dapat mengatasi masalah tersebut demi kelancaran visi dan misi kita, nah menurut saya yang perlu diperhatikan adalah “ jangan pernah putus asa”, mengapa saya katakan demikian karena banyak sekali pengalaman – pengalaman yang kita lihat ataupun dengar ,seseorang itu hancur karena dia tidak mau berusaha tetapi malah sebaliknya mudah putus asa.berikut beberapa cara
Sebagai agent perubahan kita harus bisa mengambil kesempatan dengan adanya konflik ini malah akan membuka cara berfikir kita untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan visi dan misi kita.Bisa membuktikan kepada publik tentang target target yang harus kita capai mengenai visi dan misi
Dari beberapa pernyataan diatas, yang menjadi intinya adalah seorang agent of change harus bisa menjdi contoh yang baik, baik itu untuk organisasi, lembaga dimanapun ia ditempatkan. Terima kasih....

Rabu, 23 April 2014

tugas etika filsafat kepemimpinan

NAMA : AYUB SUPRIYANTO
NIM : 2013210020
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
Jawaban 01
untuk menjadi pemimpin dengan berkompetensi kepemimpinan, yang petama yang harus di ketahui adalah seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi orang lain dan memiliki etika kepemimpinan yang baik, dan harus bisa menjaga sikap karena, Sikap seorang pemimpin itulah yang akan dilihat dan ditangkap oleh pengikutnya lebih cepat daripada tindakannya. Salah satu sikap yang baik bagi seorang pemimpin adalah bagaimana memiliki pandangan, pikiran dan sikap yang positif dalam menghadapi berbagai macam situasi.Selain dalam menjaga sikap yang perlu diperhatikan yang kedua adalah Tingkat pengembangan manusia.
Salah satu tanggungjawab utama adalah seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan. Seorang pemimpin hebat bukan hanya kekuasaan saja, tetapi karena kemampuannya memberikan kekuatan kepada orang lain.
Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak tertinggi ketika pengikut secara pribadi tumbuh melalui bimbingan si pemimpin. Pemimpin merebut hati pengikutnya dengan membantu bawahan tumbuh secara pribadi.
Jika dilihat dari perilaku kepemimpinan situasional model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan serta memiliki hubungan yang baik,Sebelum seorang pemimpin minta tolong kepada bawahannya, pemimpin yang efektif tahu bahwa pemimpin harus menyentuh hatinya terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa sebelum pemimpin dapat menyentuh hati. seseorang pemimpin harus mengetahui ada apa di dalam hati orang tersebut.Membina hubungan dengan orang lain tidak hanya terjadi jika seorang pemimpin sedang berkomunikasi dengan sekelompok orang, melainkan secara individual jika hubungan dan komunikasi antar individu itu kuat, maka para pengikut dengan tulus ingin menolong sang pemimpin untuk mencapai tujuannya.Dari membina hubungan dengan orang lain serta memperlihatkan ketulusan dalam membantu orang lain, maka akan mengembangkan kredibilitas seorang pemimpin. Menjalin hubungan yang baik dimulai dari inisiatif pemimpin dan bukan tanggungjawab bawahan. Jika hubungan yang baik telah terjalin maka akan muncul loyalitas yang luar biasa serta etika kerja yang kuat.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan dengan memiliki hubungan yang baik dengan para bawahan maka akan dapat menciptakan bawahan yang loyal sehingga komitmen dapat timbul dengan sendirinya, sehingga ada hubungan baik antara bawahan dan atasan baik secara emosional maupun kontingensi, sehingga tujuan baik individu maupun organisasi akan terjalin / tercapai. Terima kasih
Jawaban.02
Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional.

contohnya dalam menyelenggarakan hari kemerdekaan, bagaimana acaranya dapat berjalan dengan lancar serta bagaimana mendapatkan dana untuk menyelenggarakan acara tersebut. Ketua penyelenggara menampung semua pendapat dari bendahara, seksi acara, seksi humas dll. Kemudian sebagai pemimpin ketua penyelenggara harus bisa menyampaikan secara transparan bagaimana proses diatas dapat terjadi dan seorang pemimpin yaitu ketua pelaksana harus bisa menjaga sikap dan memberikan contoh cara berkerja kepada bawahannya agar hubungan tetap terjaga hubungan baik antara ketua pelaksana dan sexi – sexi lainnya sehingga pelaksanaan hari kemerdekaan dapat berjalan dengan lancar.

Jawaban. 03
Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, erilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?
Usulan saya agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut adalah, seorang mahasiswa tentunya harus mendapatkan pengetahuan tentang kepemimpinan itu sendiri, karena didalam ilmu tentang kepemimpinan disana kita sudah belajar bagaimana cara beretika,bersikap dan berperilaku baik dalam proses pengambilan keputusan dan lainya.
Mengapa harus demikian ? Karena maksimalnya suatu sikap yang akan dihasilkan oleh seorang pemimpin akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan seorang pemimpin yang tidak melalui proses belajar tetapi dia hanya mendapatkan ilmu tentang kepemimpinan dari pengalaman, dan hasilnya tentu akan kurang maksimal.

tugas etika filsafat kepemimpinan

NAMA : AYUB SUPRIYANTO
NIM : 2013210020
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
  1. untuk menjadi pemimpin dengan berkompetensi kepemimpinan, yang petama yang harus di ketahui adalah seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi orang lain dan memiliki etika kepemimpinan yang baik, dan harus bisa menjaga sikap karena, Sikap seorang pemimpin itulah yang akan dilihat dan ditangkap oleh pengikutnya lebih cepat daripada tindakannya. Salah satu sikap yang baik bagi seorang pemimpin adalah bagaimana memiliki pandangan, pikiran dan sikap yang positif dalam menghadapi berbagai macam situasi.Selain dalam menjaga sikap yang perlu diperhatikan yang kedua adalah Tingkat pengembangan manusia.
    Salah satu tanggungjawab utama adalah seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan. Seorang pemimpin hebat bukan hanya kekuasaan saja, tetapi karena kemampuannya memberikan kekuatan kepada orang lain.
    Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak tertinggi ketika pengikut secara pribadi tumbuh melalui bimbingan si pemimpin. Pemimpin merebut hati pengikutnya dengan membantu bawahan tumbuh secara pribadi.
  • Jika dilihat dari perilaku kepemimpinan situasional model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan serta memiliki hubungan yang baik,Sebelum seorang pemimpin minta tolong kepada bawahannya, pemimpin yang efektif tahu bahwa pemimpin harus menyentuh hatinya terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa sebelum pemimpin dapat menyentuh hati. seseorang pemimpin harus mengetahui ada apa di dalam hati orang tersebut.Membina hubungan dengan orang lain tidak hanya terjadi jika seorang pemimpin sedang berkomunikasi dengan sekelompok orang, melainkan secara individual jika hubungan dan komunikasi antar individu itu kuat, maka para pengikut dengan tulus ingin menolong sang pemimpin untuk mencapai tujuannya.Dari membina hubungan dengan orang lain serta memperlihatkan ketulusan dalam membantu orang lain, maka akan mengembangkan kredibilitas seorang pemimpin. Menjalin hubungan yang baik dimulai dari inisiatif pemimpin dan bukan tanggungjawab bawahan. Jika hubungan yang baik telah terjalin maka akan muncul loyalitas yang luar biasa serta etika kerja yang kuat.
  • Dari uraian diatas dapat disimpulkan dengan memiliki hubungan yang baik dengan para bawahan maka akan dapat menciptakan bawahan yang loyal sehingga komitmen dapat timbul dengan sendirinya, sehingga ada hubungan baik antara bawahan dan atasan baik secara emosional maupun kontingensi, sehingga tujuan baik individu maupun organisasi akan terjalin / tercapai. Terima kasih 
    2.      Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional.
  • contohnya dalam menyelenggarakan hari kemerdekaan, bagaimana acaranya dapat berjalan dengan lancar serta bagaimana mendapatkan dana untuk menyelenggarakan acara tersebut. Ketua penyelenggara menampung semua pendapat dari bendahara, seksi acara, seksi humas dll. Kemudian sebagai pemimpin ketua penyelenggara harus bisa menyampaikan secara transparan bagaimana proses diatas dapat terjadi.
  1. Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?

  • Usulan saya agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut adalah, seorang mahasiswa tentunya harus mendapatkan pengetahuan tentang kepemimpinan itu sendiri, karena didalam ilmu tentang kepemimpinan disana kita sudah belajar bagaimana cara beretika,bersikap dan berperilaku baik dalam proses pengambilan keputusan dan lainya.
Mengapa harus demikian ? Karena maksimalnya suatu sikap yang akan dihasilkan oleh seorang pemimpin akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan seorang pemimpin yang tidak melalui proses belajar tetapi dia hanya mendapatkan ilmu tentang kepemimpinan dari pengalaman, dan hasilnya tentu akan kurang maksimal.

Kamis, 02 Januari 2014




  NO
         
    PROGRAM
                               PELAYANAN
               ADM NEGARA
                ADM PUBLIK
  
    1.

PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI

1         Pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standart.
2         Pelayanan tidak berbelit-belit tetapi memakan waktu yang lama.
3         Telah memenuhi criteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah/polres setempat.
4         Telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
5         Akses pelayanan cepat.
6         Proses pelayana dan komunikasi dengan masyarakat lancar.
7         Pengawasan dari pemerintah pusat sangat baik.
8         Tidak bersifat menunda-nunda pelayanan.
9         Sosialisasi bagaimana membuat sim yang sah.
10     Pembagian tugas dalam melayani masyarakat sudah berjalan sesuai stuktur yang telah ditetapkan.
11     Memilki kinerja yang baik sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.


1.       Pelayanan yang diberikan kurang memuaskan.
2.       Terjadi kecurangan dalam pelayanan sehingga terjadi suap menyuap.
3.       Unit pelayanan jauh dari akses yang diharapkan oleh masyarakat.
4.       Petugas atau unit pelayanan sering disogok oleh calo.
5.       Kurang informasi sehingga masyarakat tidak tau cara membuat sim yang sah tanpa pelantara.
6.       Waktu yang dikorbankan sedikit.
7.       Pelayanan yang diberikan sering tidak efisien.
masyarakat merasa diacuhkan oleh pelayanan yang diberikan.

NO
         
     PROGRAM
                               PELAYANAN
                   ADM NEGARA
           ADM PUBLIK
 
    2.

KELUARGA BERENCANA ( KB )

1         Melakukan alat control yang standart langsung ditanggani oleh pemerintah daerah.
2         Melakukan vardasi untuk mengetahui usia produktif.
3         Melakukan penilaian secara kualitatif dan populasi usia subur.
4         Melakukan penilaian secara statistic dan laporan dilapangan.
5         Melakukan pertemuan tahunan dipemerintah provinsi untuk membincangkan pengolahan data yang sudah dipilah.
6         Menampilkan data secara up to date secara online.
7         Data yang diambil sesuai dari data di posyandu atau puskesmas terdekat.
8         Sosialisasi tentang pentingnya program ( KB)
           9    Dengan menunjukan angka total peserta KB tahunan fertility rate.

1         Pelayanan yang diberikan berbelit-belit.
2         Sikap pemerintah dalam memberikan pelayanan acuh tak acuh.
3         Lambat dalam pelayanan dan fasilitas`
4         Aparat pelaksana tingkat kecamatan belum lancar memberikan informasi dan terkendala oleh sarana komunikasi.
5         Pengawasan pemerintah pusat yang lemah dan minim
6         Minimnya staf atau personil yang professional.
7         Prosedur yang telah ditetapkan bersifat menunda nunda.
8         Pembagian tugas yang belum efisien/merata.
9         Kurang responsive dari petugas pelayanan.
10     Kurangnya acceble karena unit pelayanan jauh dari masyarakat.
11     Kurangnya koordinasi sehingga pelayanan yang diberikan sering tumpang tindih.


NO
         
    PROGRAM
                                PELAYANAN
               ADM NEGARA
                  ADM PUBLIK
 
   3.

PNPM MANDIRI PERDESAAN

1         Pelayanan yang diberikan ditangani oleh pemerintah daerah dan pusat.
2         Melakukan kunjungan kesetiap daerah.
3         Kunjungan bersifat regional dan bukan non-regional.
4         Pencairan dana cepat.
5         Memiliki jam kerja yang efektif`
6         Mempunyai tim yang professional.
7         Pengawasaan yang ketat.
8         Penyaluran dana dari pusat kepemerintah daerah memiliki tahap tertentu.
9         Melakukan penilaian secara statistic dan kuantitatif dilapangan.
10     Komunikasi dengan petugas dilapangan atau masyarakat setempat lancar.
11     Memiliki data yang valid.
12     Pembagian tugas telah memenuhi standart
13     Memiliki kinerja yang professional.
14     Sosialisasi tentang PNPM yang dilakukan petugas setempat.
15     Prosedur yang telah ditentukan bersifat tetap.

1. kecurangan yang dilakukan petugas dilapangan.
2. kunjungan yang dilakukan bersifat terbatas.
3. pencairan dana lambat.
4 jam kerja yang tidak efisien.
5. pengawasan dari pemerintah daerah sangat lemah
6. terjadi korupsi diberbeagai pihak tertentu.
7. statistik yang diberikan secara kualitatif.
8. akses komunikasi kurang efisien.
10.data yang diambil cendrung mengarah kebidang atau petugas dilapangan
11.pembagian tugas yang belum optimal.
12.petugas dilapangan belum begitu professional.
13.prosedur yang telah disepakati bersifat menunda-nunda.






NAMA : AYUB SUPRIYANTO
     NIM : 2013210020
  PRODI : ADMINISTRASI NEGARA
 TUGAS : ETIKA DAN FILSAFAT