Nama : Ayub supriyanto
NIM : 2013210020
Ilmu Sosial adalah ilmu yang membicarakan hubungan timbal balik
antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan
kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik
perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan
pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap,
persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial.
Nah sebagai mahasiswa, melalui kompetensi ilmu sosial ini
diharapkan mampu menerapkan serta mampu menghadapi masalah masalah
sosial yang ada dilingkungannya kelak, serta memiliki nilai nilai
sosial yang baik, karena jika kita melihat fakta yang ada dilapangan
saat ini begitu banyak masalah masalah sosial yang timbul,saya yakin
jika seseorang sudah memiliki sikap / etika dalam kehidupan sosialnya
ai akan mampu mencari akar permasalahan social yang ada.
jika dikaitkan dengan teori interaksi simbolik alangkah baiknya
jika kita bahas terlebih dahulu apa si teori simbolik itu ?
interaksi simbolik adalah Bahasa atau komunikasi melalui
simbol-simbol dan itu merupakan isyarat yang mempunyai arti khusus
yang muncul terhadap individu lain yang memiliki ide yang sama dengan
isyarat-isyarat dan simbol-simbol akan terjadi pemikiran.
Dalam konteks ini kita harus biasa menempatkan diri,kapan dimana
kita bisa menggunakan simbol symbol dalam berkomunikasi serta dapat
mengerti orang lain,karena tidak semua hal yang kita komunikasikan
dengan symbol symbol dapat diterima dengan baik oleh orang lain (
hati hati ), jika tidak, saya yakin hal ini akan mendatangkan
masalah.
Teori favorit saya adalah teori interaksi
sosial.
“Terima
kasih”
Minggu, 02 November 2014
Selasa, 08 Juli 2014
tugas human relation
Sebuah
perusahaan dalam perjalanan bisnisnya akan sering menghadapi tekanan.
Berbagai tekanan yang datang bukan hanya berasal dari eksternal
perusahaan, tidak jarang tekanan malah justru banyak ditimbulkan oleh
faktor internal perusahaan. Sebenarnya, tekanan yang datang baik dari
internal maupun eksternal, tidak selalu menghambat perusahaan untuk
maju dan berkembang. Seringkali faktor-faktor tadi malahan memberi
kesempatan kepada perusahaan untuk menjadi lebih besar. Tekanan dari
internal ataupun eksternal perusahaan sebenarnya dapat dihadapi bila
perusahaan sebisa mungkin selalu menciptakan dan menjaga hubungan
baik melalui komunikasi “bebas hambatan” dengan kedua belah pihak
tadi.
Mengapa
karyawan penting? Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki
perusahaan. Sekalipun tidak mempunyai pengaruh besar dalam proses
pengambilan keputusan, karyawan adalah aset yang paling banyak
kuantitasnya dalam perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat
mengetahui dan memahami benar apa yang menjadi hak-hak karyawan.
Selain komunikasi yang lancar antara perusahaan dengan karyawan,
perhatian yang diberikan perusahaan kepada hak-hak karyawan, dapat
menjaga hubungan baik perusahaan dengan karyawan. Kelompok karyawan
yang mendapat perhatian yang baik, besar kemungkinan dapat membantu
perusahaan mengatasi hal-hal yang tidak terduga, seperti kebakaran,
pencurian, kebanjiran, dan yang lainnya.Sebaliknya karyawan yang
merasa tidak diperhatikan atau merasa tidak mendapat simpati dari
perusahaan akan dapat merugikan perusahaan. Kedudukan struktural yang
lemah, biasanya membuat para karyawan membentuk sebuah
kelompok/paguyuban informal yang fungsinya adalah membela kepentingan
para karyawan. Kelompok inilah yang umumnya menjadi penggerak
karyawan dalam melakukan gerakan protes atau yang sejenis lainnya.
Karyawan yang bersatu dan merasa hak-hak mereka tidak mendapat
perhatian akan menjadi sangat sensitif. Para karyawan yang tidak puas
terhadap keputusan / kebijakan perusahaan dapat melakukan
tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan, misalnya pemogokan
masal.
Karyawan
yang tidak mendapat simpati dari perusahaan dan melakukan protes,
biasanya mendapat simpati besar dari masyarakat. Hal ini dapat
memperburuk citra perusahaan yang berakhir pada hilangnya kepercayaan
masyarakat (atau lebih tepatnya konsumen) kepada perusahaan. Bila
krisis kepercayaan sudah terjadi, maka sudah dapat dipastikan bahwa
perusahaan sedang mengalami kemunduran.Kita semua, baik pengusaha,
karyawan, masyarakat umum, maupun pemerintah sangat mendambakan
hubungan industrial yang baik. Hanya dengan hubungan industri yang
baik maka akan tercipta kondisi yang kondusif bagi pembangunan
industri yang kuat dan sekaligus perekonomian nasional yang handal.
Sebagai perusahaan yang baik, dalam menentukan kebijakan/aturan
hendaknya hak-hak karyawan diikutsertakan sebagai bahan pertimbangan,
misalnya UMR, masalah kesehatan dan keamanan kerja, jaminan
kemerdekaan bagi karyawan untuk berserikat, jaminan perusahaan bahwa
mereka tidak akan melakukan diskriminasi dalam hal ras, agama, suku,
jenis kelamin, dll, jaminan bahwa perusahaan tidak akan melakukan
tindak kekerasan baik fisik maupun mental dalam kegiatan bekerja, jam
kerja yang sesuai, kompensasi, dan sebagainya.
Nah
jika sudah terjadi hubungan baik antara perusahaan dan karyawan
tentunya loyalitas karyawan akan meningkat sehingga diharapkan
kinerja karyawan pun meningkat. Namun jika kepercayaan karyawan saja
belum cukup untuk meningkatkan citra positif perusahaan. Perusahaan
tetap memerlukan kepercayaan dari pihak luar seperti masyarakat,
pemerintah, pers, dll, dan biasanya pihak luar perlu bukti nyata
bahwa perusahaan telah menjalankan kewajibannya.
Rabu, 18 Juni 2014
tugas etika filsafat kepemimpinan 4
- Faktor – faktor pendukung
Bagaimana bisa kita dapat dikatakan
sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki
visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar
kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi
dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang
pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah
dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa
seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang
diinginkan banyak orang. Terima kasih
Yang pertama :
Diri sendiri,jika
kita memiliki kemauan yang kuat maka segala apa yang menjadi
keinginan atau tujuan hidup kita pasti akan tercapai.
Yang kedua :
keluarga juga merupakan salah satu orang yang memberikan motivasi dan
dudkungan bagi kita.
Nah selain dari
keluarga, diri sendiri,kerabat juga merupakan faktor pendukung
suksesnya visi dan misi seorang pemimpin.
- Faktor penghambat
Bisa juga dari
lingkungan juga bisa dari diri kita sendiri.
Mengapa saya
katakan demikian karena jika dilihat dari kenyataan yang ada pada
saat ini lingkungan banyak menawarkan hal – hal yang dapat membuat
kita jatuh, berbagai jenis godaan yang ditawarkan.
- Cara mengatasinya adalah sebagai seorang pemimpin tentunya ia harus bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk, tidak sekedar itu sebagai agen perubahan ia juga harus mampu memberika pengaruh positnya bagi lingkunga tempat ia tinggal.
tugas etika filsafat 4
- Nama : ayub supriyantoNim : 2013210020Bagaimana bisa kita dapat dikatakan sebagai agent of change and development jika kita tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Berbicara mengenai pemimpin memang benar kita tidak pernah lepas dari yang namanya visi dan misi, karena visi dan misi itulah yang dapat memberikan motivasi bagi seorang pemimpin untuk maju mengejar sesuatu yang ia tuju ( target ). Nah dengan dengan memiliki modal optimis serta semangat saya rasa seorang pemimpin akan berhasil menjadi agen perubahan yang diinginkan banyak orang. Terima kasih
Rabu, 21 Mei 2014
tugas etika filsafat kepemimpinan 3
Nama :
ayub supriyanto
Nim : 2013210020
B. Mampu beradaptasi dengan lingkungan,
disini beradaptasi dimaksudkan adalah mampu sedikitnya mengerti tentang keadaan sekitar baik kepada kaum / bawahan / orang orang yang dipandunya tentang keluh kesah / permasalahan yang terjadi pada lingkungan yang ada di sekitar yang berada di naungannya.
Tidak harus selalu mengerti terhadap individu akan tetapi mampu memberikan pemikiran yang terbaik dan menjadi seorang motivator yang bisa memberikan arahan yang baik kepada orang / kelompokm yang dipimpinnya. Terima kasih..
Nim : 2013210020
Dua capaian kompetensi
etika filsafat yang ingin saya capai dari pendekatan sikap / perilaku
adalah
A, menjadi pemimpin yang
jujur dan bertanggung jawab
Pemimpin itu jujur dan bertanggung jawab, bukan hanya pemimpin
yang harus bertanggung jawab tapi semua orang harus mampu
mempertanggung jawabkan, disini pemimpin bertanggung jawab
dimaksudkan adalah , Mampu menerima segala timbal balik atau mampu
mempertanggung jawabkan segala dari keputusan atau yang telah dia
lakukan.
B. Mampu beradaptasi dengan lingkungan,
disini beradaptasi dimaksudkan adalah mampu sedikitnya mengerti tentang keadaan sekitar baik kepada kaum / bawahan / orang orang yang dipandunya tentang keluh kesah / permasalahan yang terjadi pada lingkungan yang ada di sekitar yang berada di naungannya.
Tidak harus selalu mengerti terhadap individu akan tetapi mampu memberikan pemikiran yang terbaik dan menjadi seorang motivator yang bisa memberikan arahan yang baik kepada orang / kelompokm yang dipimpinnya. Terima kasih..
Rabu, 07 Mei 2014
tugas 2 etika filsafat kepemimpinan
Visi dan misi
1.
Visi:
Ø Menjadi pemimpin yang
bertakwa kepada tuhan yang maha esa
Ø Menjadi pribadi yang disukai
bawahan
Ø memberipelayananyang sesuai dengan keinginan
masyarakat
Ø pemimpin yang berwibawa
2.
Misi:
Ø Melaksanakan program yang
bermanfaat bagi masyarakat
Ø Memberi suatu hal yang
berguna demi kepentingan masyarakat
Ø peduliterhadapkepentinganmasyarakat
Ø memberi suatu penjelasan yang
jelas sesuai dengan program kerja
factorpendukungdanpenghambat
1 .factorpendukung:
Ø kita semua bisa menjadi
pemimpin
Ø pemimpin mendorong kita
menjadi pribadi yang kuat,tegas,bertanggung jawab
2.factorpenghambat:
Ø selama ini masyarakat atau
bawahan tidak terlalu suka dengan pemimpin yang sekarang.
Ø Belum sepenuhnya memiliki jiwa
kepemimpinan
3. mengantisipasi factor pendukung agar
tidakmenimbulkanarogansi
kita ingin menjadi pemimpin yang disukai banyak orang,
menjadi pemimpin harus berpegang teguh dengan nilai-nilai atau etika dan
bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Agar tidak menimbulkan arogansi setiap
jiwa harus memiliki suatu etika yang baik ,tetap merasa rendah diri jika
menjadi pemimpin maka dari itu jangan merasa hebat dan bangga, tugas kita
menjadi pemimpin yaitu melayani.
4. mengoorganisir factor penghambat
kita harus selalu
memberikan suatu pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan kepada masyarakat.
Mendengar keluhan dari mana saja dan cepat melaksanakan apa yang masyarakat
keluhkan.
5.
Benar setiap konflik pasti akan
terjadi pada setiap orang yang melakukan suatu perubahan, sekarang yang menjadi
masalahnya adalah bagaimana cara kita sebagai agent perubahan dapat mengatasi
masalah tersebut demi kelancaran visi dan misi kita, nah menurut saya yang
perlu diperhatikan adalah “ jangan pernah putus asa”, mengapa saya katakan demikian karena banyak sekali pengalaman –
pengalaman yang kita lihat ataupun dengar ,seseorang itu hancur karena dia
tidak mau berusaha tetapi malah sebaliknya mudah putus asa.berikut beberapa
cara
Sebagai agent perubahan kita harus bisa mengambil kesempatan dengan adanya konflik ini
malah akan membuka cara berfikir kita
untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan visi dan misi kita.Bisa
membuktikan kepada publik tentang target target yang harus kita capai mengenai
visi dan misi
Dari beberapa pernyataan diatas, yang menjadi intinya
adalah seorang agent of change harus bisa menjdi contoh yang baik, baik itu
untuk organisasi, lembaga dimanapun ia ditempatkan. Terima kasih....
Benar setiap konflik
pasti akan terjadi pada setiap orang yang melakukan suatu perubahan,
sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana cara kita sebagai
agent perubahan dapat mengatasi masalah tersebut demi kelancaran visi
dan misi kita, nah menurut saya yang perlu diperhatikan adalah “
jangan pernah putus asa”, mengapa saya katakan demikian karena
banyak sekali pengalaman – pengalaman yang kita lihat ataupun
dengar ,seseorang itu hancur karena dia tidak mau berusaha tetapi
malah sebaliknya mudah putus asa.berikut beberapa cara
Sebagai agent perubahan
kita harus bisa mengambil kesempatan dengan adanya konflik ini
malah akan membuka cara berfikir kita untuk mengetahui dimana
kelebihan dan kekurangan visi dan misi kita.Bisa membuktikan kepada
publik tentang target target yang harus kita capai mengenai visi dan
misi
Dari beberapa pernyataan
diatas, yang menjadi intinya adalah seorang agent of change harus
bisa menjdi contoh yang baik, baik itu untuk organisasi, lembaga
dimanapun ia ditempatkan. Terima kasih....
Rabu, 23 April 2014
tugas etika filsafat kepemimpinan
NAMA :
AYUB SUPRIYANTO
NIM :
2013210020
PRODI :
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
Jawaban
01
untuk
menjadi pemimpin dengan berkompetensi kepemimpinan, yang petama yang
harus di ketahui adalah seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi
orang lain dan memiliki etika kepemimpinan yang baik, dan harus bisa
menjaga sikap karena, Sikap seorang pemimpin itulah yang akan
dilihat dan ditangkap oleh pengikutnya lebih cepat daripada
tindakannya. Salah satu sikap yang baik bagi seorang pemimpin adalah
bagaimana memiliki pandangan, pikiran dan sikap yang positif dalam
menghadapi berbagai macam situasi.Selain
dalam menjaga sikap yang perlu diperhatikan yang kedua adalah Tingkat
pengembangan manusia.
Salah satu tanggungjawab utama adalah seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan. Seorang pemimpin hebat bukan hanya kekuasaan saja, tetapi karena kemampuannya memberikan kekuatan kepada orang lain. Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak tertinggi ketika pengikut secara pribadi tumbuh melalui bimbingan si pemimpin. Pemimpin merebut hati pengikutnya dengan membantu bawahan tumbuh secara pribadi.
Salah satu tanggungjawab utama adalah seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan. Seorang pemimpin hebat bukan hanya kekuasaan saja, tetapi karena kemampuannya memberikan kekuatan kepada orang lain. Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak tertinggi ketika pengikut secara pribadi tumbuh melalui bimbingan si pemimpin. Pemimpin merebut hati pengikutnya dengan membantu bawahan tumbuh secara pribadi.
Jika
dilihat dari perilaku kepemimpinan situasional model ini menekankan
bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan
gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan
tingkat kematangan jiwa bawahan serta memiliki hubungan yang
baik,Sebelum seorang pemimpin minta tolong kepada bawahannya,
pemimpin yang efektif tahu bahwa pemimpin harus menyentuh hatinya
terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa sebelum pemimpin dapat
menyentuh hati. seseorang pemimpin harus mengetahui ada apa di dalam
hati orang tersebut.Membina hubungan dengan orang lain tidak hanya
terjadi jika seorang pemimpin sedang berkomunikasi dengan sekelompok
orang, melainkan secara individual jika hubungan dan komunikasi antar
individu itu kuat, maka para pengikut dengan tulus ingin menolong
sang pemimpin untuk mencapai tujuannya.Dari membina hubungan dengan
orang lain serta memperlihatkan ketulusan dalam membantu orang lain,
maka akan mengembangkan kredibilitas seorang pemimpin. Menjalin
hubungan yang baik dimulai dari inisiatif pemimpin dan bukan
tanggungjawab bawahan. Jika hubungan yang baik telah terjalin maka
akan muncul loyalitas yang luar biasa serta etika kerja yang kuat.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan dengan memiliki hubungan yang baik
dengan para bawahan maka akan dapat menciptakan bawahan yang loyal
sehingga komitmen dapat timbul dengan sendirinya, sehingga ada
hubungan baik antara bawahan dan atasan baik secara emosional maupun
kontingensi, sehingga tujuan baik individu maupun organisasi akan
terjalin / tercapai. Terima kasih
Jawaban.02
Berikan contoh
satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin
yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam
kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional.
contohnya dalam
menyelenggarakan hari kemerdekaan, bagaimana acaranya dapat berjalan
dengan lancar serta bagaimana mendapatkan dana untuk menyelenggarakan
acara tersebut. Ketua penyelenggara menampung semua pendapat dari
bendahara, seksi acara, seksi humas dll. Kemudian sebagai pemimpin
ketua penyelenggara harus bisa menyampaikan secara transparan
bagaimana proses diatas dapat terjadi dan seorang pemimpin yaitu
ketua pelaksana harus bisa menjaga sikap dan memberikan contoh cara
berkerja kepada bawahannya agar hubungan tetap terjaga hubungan baik
antara ketua pelaksana dan sexi – sexi lainnya sehingga pelaksanaan
hari kemerdekaan dapat berjalan dengan lancar.
Jawaban.
03
Tingkat
kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam
sikap, erilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan
saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?
Usulan
saya agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut adalah, seorang
mahasiswa tentunya harus mendapatkan pengetahuan tentang kepemimpinan
itu sendiri, karena didalam ilmu tentang kepemimpinan disana kita
sudah belajar bagaimana cara beretika,bersikap dan berperilaku baik
dalam proses pengambilan keputusan dan lainya.
Mengapa
harus demikian
?
Karena
maksimalnya suatu sikap yang akan dihasilkan oleh seorang pemimpin
akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan seorang pemimpin
yang tidak melalui proses belajar tetapi dia hanya mendapatkan ilmu
tentang kepemimpinan dari pengalaman, dan hasilnya tentu akan kurang
maksimal.
tugas etika filsafat kepemimpinan
NAMA :
AYUB SUPRIYANTO
NIM :
2013210020
PRODI :
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
- untuk menjadi pemimpin dengan berkompetensi kepemimpinan, yang petama yang harus di ketahui adalah seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi orang lain dan memiliki etika kepemimpinan yang baik, dan harus bisa menjaga sikap karena, Sikap seorang pemimpin itulah yang akan dilihat dan ditangkap oleh pengikutnya lebih cepat daripada tindakannya. Salah satu sikap yang baik bagi seorang pemimpin adalah bagaimana memiliki pandangan, pikiran dan sikap yang positif dalam menghadapi berbagai macam situasi.Selain dalam menjaga sikap yang perlu diperhatikan yang kedua adalah Tingkat pengembangan manusia.
Salah satu tanggungjawab utama adalah seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan. Seorang pemimpin hebat bukan hanya kekuasaan saja, tetapi karena kemampuannya memberikan kekuatan kepada orang lain. Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak tertinggi ketika pengikut secara pribadi tumbuh melalui bimbingan si pemimpin. Pemimpin merebut hati pengikutnya dengan membantu bawahan tumbuh secara pribadi.
- Jika dilihat dari perilaku kepemimpinan situasional model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan serta memiliki hubungan yang baik,Sebelum seorang pemimpin minta tolong kepada bawahannya, pemimpin yang efektif tahu bahwa pemimpin harus menyentuh hatinya terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa sebelum pemimpin dapat menyentuh hati. seseorang pemimpin harus mengetahui ada apa di dalam hati orang tersebut.Membina hubungan dengan orang lain tidak hanya terjadi jika seorang pemimpin sedang berkomunikasi dengan sekelompok orang, melainkan secara individual jika hubungan dan komunikasi antar individu itu kuat, maka para pengikut dengan tulus ingin menolong sang pemimpin untuk mencapai tujuannya.Dari membina hubungan dengan orang lain serta memperlihatkan ketulusan dalam membantu orang lain, maka akan mengembangkan kredibilitas seorang pemimpin. Menjalin hubungan yang baik dimulai dari inisiatif pemimpin dan bukan tanggungjawab bawahan. Jika hubungan yang baik telah terjalin maka akan muncul loyalitas yang luar biasa serta etika kerja yang kuat.
- Dari uraian diatas dapat disimpulkan dengan memiliki hubungan yang baik dengan para bawahan maka akan dapat menciptakan bawahan yang loyal sehingga komitmen dapat timbul dengan sendirinya, sehingga ada hubungan baik antara bawahan dan atasan baik secara emosional maupun kontingensi, sehingga tujuan baik individu maupun organisasi akan terjalin / tercapai. Terima kasih2. Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional.
- contohnya dalam menyelenggarakan hari kemerdekaan, bagaimana acaranya dapat berjalan dengan lancar serta bagaimana mendapatkan dana untuk menyelenggarakan acara tersebut. Ketua penyelenggara menampung semua pendapat dari bendahara, seksi acara, seksi humas dll. Kemudian sebagai pemimpin ketua penyelenggara harus bisa menyampaikan secara transparan bagaimana proses diatas dapat terjadi.
- Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?
- Usulan saya agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut adalah, seorang mahasiswa tentunya harus mendapatkan pengetahuan tentang kepemimpinan itu sendiri, karena didalam ilmu tentang kepemimpinan disana kita sudah belajar bagaimana cara beretika,bersikap dan berperilaku baik dalam proses pengambilan keputusan dan lainya.
Mengapa harus demikian
? Karena maksimalnya suatu sikap yang akan dihasilkan oleh
seorang pemimpin akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan
seorang pemimpin yang tidak melalui proses belajar tetapi dia hanya
mendapatkan ilmu tentang kepemimpinan dari pengalaman, dan hasilnya
tentu akan kurang maksimal.
Kamis, 02 Januari 2014
NO
|
PROGRAM
|
PELAYANAN
|
||
ADM NEGARA
|
ADM PUBLIK
|
|||
1.
|
PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI
|
1
Pelayanan yang diberikan sudah memenuhi
standart.
2
Pelayanan tidak berbelit-belit tetapi memakan
waktu yang lama.
3
Telah memenuhi criteria yang telah ditetapkan
oleh pemerintah/polres setempat.
4
Telah memenuhi syarat-syarat yang telah
ditentukan.
5
Akses pelayanan cepat.
6
Proses pelayana dan komunikasi dengan
masyarakat lancar.
7
Pengawasan dari pemerintah pusat sangat baik.
8
Tidak bersifat menunda-nunda pelayanan.
9
Sosialisasi bagaimana membuat sim yang sah.
10
Pembagian tugas dalam melayani masyarakat
sudah berjalan sesuai stuktur yang telah ditetapkan.
11
Memilki kinerja yang baik sehingga masyarakat
merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
|
1.
Pelayanan yang diberikan kurang memuaskan.
2.
Terjadi kecurangan dalam pelayanan sehingga
terjadi suap menyuap.
3.
Unit pelayanan jauh dari akses yang diharapkan
oleh masyarakat.
4.
Petugas atau unit pelayanan sering disogok
oleh calo.
5.
Kurang informasi sehingga masyarakat tidak tau
cara membuat sim yang sah tanpa pelantara.
6.
Waktu yang dikorbankan sedikit.
7.
Pelayanan yang diberikan sering tidak efisien.
masyarakat merasa diacuhkan oleh pelayanan
yang diberikan.
|
|
NO
|
PROGRAM
|
PELAYANAN
|
||
ADM
NEGARA
|
ADM PUBLIK
|
|||
2.
|
KELUARGA BERENCANA ( KB )
|
1
Melakukan alat control yang standart langsung
ditanggani oleh pemerintah daerah.
2
Melakukan vardasi untuk mengetahui usia
produktif.
3
Melakukan penilaian secara kualitatif dan
populasi usia subur.
4
Melakukan penilaian secara statistic dan
laporan dilapangan.
5
Melakukan pertemuan tahunan dipemerintah
provinsi untuk membincangkan pengolahan data yang sudah dipilah.
6
Menampilkan data secara up to date secara
online.
7
Data yang diambil sesuai dari data di posyandu
atau puskesmas terdekat.
8
Sosialisasi tentang pentingnya program ( KB)
9 Dengan menunjukan angka total peserta KB
tahunan fertility rate.
|
1
Pelayanan yang diberikan berbelit-belit.
2
Sikap pemerintah dalam memberikan pelayanan
acuh tak acuh.
3
Lambat dalam pelayanan dan fasilitas`
4
Aparat pelaksana tingkat kecamatan belum
lancar memberikan informasi dan terkendala oleh sarana komunikasi.
5
Pengawasan pemerintah pusat yang lemah dan
minim
6
Minimnya staf atau personil yang professional.
7
Prosedur yang telah ditetapkan bersifat
menunda nunda.
8
Pembagian tugas yang belum efisien/merata.
9
Kurang responsive dari petugas pelayanan.
10
Kurangnya acceble karena unit pelayanan jauh
dari masyarakat.
11
Kurangnya koordinasi sehingga pelayanan yang
diberikan sering tumpang tindih.
|
|
NO
|
PROGRAM
|
PELAYANAN
|
||
ADM NEGARA
|
ADM PUBLIK
|
|||
3.
|
PNPM MANDIRI PERDESAAN
|
1
Pelayanan yang diberikan ditangani oleh
pemerintah daerah dan pusat.
2
Melakukan kunjungan kesetiap daerah.
3
Kunjungan bersifat regional dan bukan
non-regional.
4
Pencairan dana cepat.
5
Memiliki jam kerja yang efektif`
6
Mempunyai tim yang professional.
7
Pengawasaan yang ketat.
8
Penyaluran dana dari pusat kepemerintah daerah
memiliki tahap tertentu.
9
Melakukan penilaian secara statistic dan
kuantitatif dilapangan.
10
Komunikasi dengan petugas dilapangan atau
masyarakat setempat lancar.
11
Memiliki data yang valid.
12
Pembagian tugas telah memenuhi standart
13
Memiliki kinerja yang professional.
14
Sosialisasi tentang PNPM yang dilakukan
petugas setempat.
15
Prosedur yang telah ditentukan bersifat tetap.
|
1. kecurangan yang dilakukan petugas dilapangan.
2. kunjungan yang dilakukan bersifat terbatas.
3. pencairan dana lambat.
4 jam kerja yang tidak efisien.
5. pengawasan dari pemerintah daerah sangat lemah
6. terjadi korupsi diberbeagai pihak tertentu.
7. statistik yang diberikan secara kualitatif.
8. akses komunikasi kurang efisien.
10.data yang diambil cendrung mengarah kebidang atau
petugas dilapangan
11.pembagian tugas yang belum optimal.
12.petugas dilapangan belum begitu professional.
13.prosedur yang telah disepakati bersifat menunda-nunda.
|
|
NAMA : AYUB SUPRIYANTO
NIM : 2013210020
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA
TUGAS : ETIKA DAN FILSAFAT
Langganan:
Postingan (Atom)